4 Fakta Baru Formula E: Batal DIgelar di Monas hingga Diyakini Tak Gunakan APBD


MELKI BLOG Jakarta - Perhelatan mobil balap Formula E dipastikan akan tetap berlanjut walau mengundang banyak pertentangan dari banyak pihak. Namun, balap mobil listrik yang rencana digelar Juni 2022 itu mengalami banyak penyesuaian dari rencana awal. 



Baca Juga:

Ternyata Mata Kabur hingga Katarak Bisa Anda Hilangkan dengan Ini

PR

Berikut ini empat fakta dari balapan Formula E di Jakarta. 


1. Batal digelar di Monas 


Direktur JakPro Gunung Kartiko memastikan acara Formula E tidak jadi digelar di wilayah Monas, Jakarta Pusat. Padahal, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah jauh-jauh hari menyiapkan vanue acara tersebut. 



Gunung mengatakan, alasan pihaknya tidak jadi menggunakan area Monas karena mentok di perizinan. 


"Karena Monas kayaknya agak berat dari sisi perizinan, jadi kita cari lokasi ikon Jakarta yang memang menunjukkan Jakarta," ujar Gunung saat dihubungi, Rabu, 6 September 2021. 


2. Pulau Reklamasi masuk daftar venue baru Formula E 


Wagub DKI Gubernur Ahmad Riza Patria mengatakan saat ini ada lima lokasi alternatif yang bisa digunakan untuk vanue acara tersebut. Riza enggan menyebutkannya secara lengkap, ia hanya mengatakan di antaranya adalah Pantai Maju Bersama atau Pulau Reklamasi dan Senayan, Jakarta Selatan. 


"Macam-macamlah, di antaranya Senayan, Pantai Maju Bersama, dan lain-lain," kata Riza.


Selanjutnya: Direktur PT JakPro Gunung Kartiko mengatakan...Sementara itu Direktur PT JakPro Gunung Kartiko mengatakan, nantinya Formula E Operation (FEO) akan meninjau langsung lokasi-lokasi yang dijadikan calon trek balap Formula E. 


Sejumlah warga mengunjungi Pantai Maju Bersama di Pulau D Reklamasi, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Rabu, 11 November 2020. Pulau reklamasi D kerap didatangi warga untuk berolahraga dan berwisata kuliner. ANTARA/Fakhri Hermansyah 


"Nantinya gini, dari alternatif itu nanti FEO akan datang untuk survei, mapping semua. Baru akan ditentukan yang bagus, (misal) alternatif 1 atau 2," kata Gunung lagi. 


3. Penyelenggaraan Formula E dipastikan tidak sentuh dana APBD 


Direktur Utama PT Jakarta Propertindo atau JakPro Widi Amanasto memastikan biaya penyelenggaraan Formula E 2022 tidak menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. 


"Pasti tidak pakai APBD DKI, kami pakai untuk modal kami. Nanti akan kami gulirkan terus untuk menjadi suatu bisnis baru," kata Widi di Jakarta, Rabu, 6 Oktober 2021. 


Widi menyebutkan bahwa APBD DKI yang digunakan, hanya berupa biaya yang sudah dikeluarkan sebelumnya untuk biaya komitmen yang sudah dibayar sebesar Rp 560 miliar di tahun 2019-2020. 


Widi menjelaskan biaya penyelenggaraan balap mobil listik, selain yang sudah dibayarkan, akan dibebankan kepada pendapatan dari program pensponsoran. Dia menyebutkan bahwa pengumpulan dana dari sponsor akan berjalan seiring dengan kegiatan sebelum agenda (pre event) yang akan digelar PT Jakpro sebelum acara puncak balapan. 


"Seperti pameran mobil elektrik atau Formula E kami pamerkan ke masyarakat, itu kan sebelum agenda, juga ada sponsor," ujar dia. 


4. Hanya dilaksanakan tiga tahun berturut-turut  


Berdasarkan kesepakatan, Formula E telah dijadwalkan ulang pada Juni 2022 mendatang dan hanya akan dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu pada tahun 2022, 2023 dan 2024. Padahal jika mengikuti rencana awal, Formula E seharusnya digelar selama 5 tahun penyelenggaraan agar tidak merugi. 


Menurut keterangan resmi Pemprov DKI, pergelaran Formula E akan menghasilkan kerugian jika hanya dilaksanakan sekali. Sebab, Pemprov DKI telah menggelontorkan biaya infrastruktur balapan yang cukup besar. Sehingga jika hanya digunakan sekali, maka penggunaan lintasan tidak akan maksimal.  


"Tiga tahun merupakan waktu yang tepat untuk memaksimalkan manfaat dan dampak ekonomi," bunyi keterangan resmi Pemprov DKI ihwal gelaran Formula E.