Andika Perkasa Calon Panglima TNI, Ada Peran Hendropriyono Lobi Jokowi?


MELKI BLOG Jakarta -  Presiden Joko Widodo atau Jokowi memilih Jenderal Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI menggantikan Panglima Marsekal Hadi Tjahjanto yang akan memasuki masa pensiun pada November ini. Andika yang saat ini menjabat Kepala Staf Angkatan Darat, merupakan menantu dari eks Kepala Badan Intelijen Negara Hendropriyono.



Pria bernama lengkap Abdullah Mahmud Hendropriyono itu ditengarai melobi Presiden Joko Widodo agar Andika Perkasa bisa menjadi Panglima TNI.  Pada 7 Mei lalu, Hendropriyono dan istrinya menemui Presiden Jokowi di Istana Negara. Pertemuan itu terekam dalam akun Instagram Diaz Hendropriyono, putra Hendro yang juga anggota staf khusus Presiden. Hari itu, Hendropriyono berulang tahun ke-76.


"Hanya silaturahmi karena saat itu Pak Hendropriyono sedang berulang tahun," kata tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin, dikutip dari Majalah Tempo edisi 12 Juni 2021.


Tiga purnawirawan yang mengetahui pertemuan Hendropriyono dan Jokowi bercerita, ada lobi yang dilancarkan mantan Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta itu dalam suatu pertemuan dengan Jokowi. Menurut ketiganya, Hendro pernah menyampaikan kondisi politik terbaru kepada Presiden. Setelah itu, dia mendorong Andika Perkasa untuk menjadi Panglima TNI. 


Adapun Hendro menampik bahwa dirinya menyodorkan nama Andika kepada Jokowi. "Saya tidak pernah begitu hina mau nyosor meminta-minta jabatan. Tidak untuk menantu, anak, apalagi untuk saya sendiri. Tidak pernah," kata Hendro dalam keterangannya kepada wartawan, Senin, 14 Juni 2021.


Menurut Hendro, pertemuannya pada 7 Mei 2021 berkaitan dengan ulang tahunnya yang ke-76.


"Sebagai Presiden, tidak mungkin beliau yang datang ke rumah saya. Silaturahmi sebagai dua sahabat adalah hal yang biasa, karena Pak Jokowi setelah menjadi Presiden tidak berubah sama sekali dengan sewaktu dulu sebagai rakyat biasa," kata Hendro.