Cerita Warga Dusun Sade Lombok Sambut Ganjar Pranowo, Ajak Main Tabok dan Joget


MELKI BLOG , Mataram - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sempat berkunjung ke Dusun Sade di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, di sela acara World Superbike di Sirkuit Mandalika, pekan lalu. Dusun Sade merupakan salah satu desa wisata yang terletak sekitar 10 kilometer sebelah utara Kuta Mandalika.



Ketua Kelompok Sadar Wisata Budaya Sakti Sanah di Dusun Sade, Sanah Ardinata mengatakan, Ganjar Pranowo datang pada Sabtu, 20 November 2021, pukul 12.30 WITA. "Kami sudah mengetahui kedatangannya dan menyiapkan sambutan," kata Ardinata kepada Tempo pada Rabu, 24 November 2021.


Dia menceritakan, sambutan kepada Ganjar Pranowo berupa pemberian sapuk atau tutup kepala Sasak berwarna hitam dan mengalungkan selendang berwarna merah coklat. Pada kesempatan itu, warga Dusun Sade menyuguhkan kesenian Gendang Beliq dan tarian Amaq Tempengos.


Gendang Beleq adalah alat musik tradisional berupa gendang dengan ukuran yang cukup besar dan dimainkan secara berkelompok. Sementara Amaq Tempengos adalah tarian yang menghibur dan menjadi tradisi sejak zaman kerajaan.



Setelah itu, masyarakat mengajak Ganjar bermain Peresaean atau adu pukul menggunakan tongkat dan tameng kulit ternak. Meski sekadar simulasi main tabok, Ardinata mengatakan, suasana Dusun Sade menjadi begitu meriah setelah lama tak ada wisatawan yang datang. "Kami sempat tutup total selama Maret sampai Juni 2020," kata Sanah.


Kendati sekarang Dusun Sade sudah boleh menerima wisatawan, jumlah pengunjung belum signifikan. Menurut Sanah, kini hanya kunjungan kerja pejabat saja yang meramaikan dusun adat tersebut. Sebelum pandemi Covid-19, jumlah pengunjung Dusun Sade mencapai 18 ribu wisatawan domestik dan 3.000 wisatawan asing.


Saban hari, sekitar 150 rombongan wisatawan yang datang dengan mobil maupun bus. "Di sini ada 50 pemandu wisata yang menganggur selama pandemi," ujar Sanah. Seorang pemandu wisata bisanya tiga kali bertugas mendampingi pengunjung dalam sehari.


Dusun Sade memiliki luas lima hektare yang berisi 150 rumah. Warga Dusun Sade mempertahankan warisan budaya Suku Sasak secara turun-temurun. Mulai dari kesenian hingga arsitektur rumah yang disebut Bale Tani atau Bale Gunung Rate.


Rumah ini berlantai tanah dan beratap anyaman alang-alang. Bentuknya seperti rumah joglo di Pulau Jawa. Di dalam Bale Tani terdapat dua kamar. Posisinya ada di luar dan dalam atau atas dan bawah. Di Dusun Sade, Lombok, NTB juga terdapat tempat bersantai penduduk bernama berugak.