Cerita Alat Pantau Aktivitas Gunung Sindoro-Sumbing Hilang dan Kembali Lagi


MELKI BLOG Jakarta - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Andiani menuturkan kronologis hilangnya baterai jenis aki di Stasiun Seismik Cedokan, Gunung Sindoro-Sumbing, Jawa Tengah. Baterai itu dipastikan hilang dari lokasinya tertanam di bawah tanah pada 14 Januari 2022, sebelum kemudian diketahui kembali lagi beberapa hari kemudian—setelah peristiwa kehilangan di pos ke media sosial.



“Ini yang pertama dan semoga tidak terjadi lagi sejak instalasi Stasiun Seismik Cedokan pada 30 Agustus 2021,” kata Andiani saat dihubungi, Jumat 21 Januari 2022.


Menurut Andiani, hilangnya baterai diawali saat petugas pengamat pada pos PGA Sindoro–Sumbing tak mendapati data masuk dari Stasiun Cedokan ke seismograf digital yang ada di pos itu. Saat itu Rabu, 12 Januari 2022, pukul 19.12 WIB. Setelah dilakukan pengecekan pada peralatan penerima disimpulkan bahwa data dari stasiun tersebut tidak ditransmisikan (carrier off).


“Data terakhir yang diterima adalah pukul 17.13 WIB, dengan diawali adanya gangguan atau noise pada pencatatan data asal Stasiun Seismik Cedokan pada pukul 17.05 WIB,” katanya.



Lalu, pada 14 Januari 2022 Pukul 07.15 WIB dilakukan pemeriksaan ke lapangan. Sesampainya di lokasi Stasiun Cedokan, petugas menemukan kotak wadah baterai yang ditanam dalam tanah telah dibongkar. Aki tidak ada dalam boks tersebut.


Pada 17 Januari, PVMBG mengabarkan peristiwa kehilangan itu di akun media sosialnya. “Jika sistem pemantauan aktivitas gunung api terganggu, keselamatan warga yang tinggal di sekitar gunung api menjadi taruhannya,” bunyi keterangan yang disertakan.


Keesokan harinya, 18 Januari, PVMBG kembali membuat pos di akun media sosialnya. Isinya mengabarkan baterai telah dikembalikan tanpa diketahui siapa yang 'memindahkannya'. “Ditemukan oleh Pengamat G. Sindoro-Sumbing saat hendak mengganti accu yang hilang tersebut,” tulis PVMBG.


Menurut Andiani, peristiwa kehilangan alat milik stasiun di lapangan bukan kali pertama terjadi. Sayang, dia tak merincinya. Dia hanya menerangkan upaya antisipasi kehilangan kembali terjadi di Stasiun Cedokan dengan memasang papan peringatan. Bunyinya, stasiun tersebut adalah untuk memantau aktivitas G. Sumbing dan agar tidak diganggu atau dirusak.


Selain itu, akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar G. Sindoro-Sumbing tentang perlunya peralatan pemantauan gunung api untuk kepentingan atau keselamatan masyarakat sendiri. "Juga akan dilakukan pembuatan bangunan stasiun yang lebih permanen," katanya.