Gempa M6,6 Banten Merusak 3.000-an Bangunan, Guncangan Terkuat di 2 Desa Ini


 MELKI BLOG Jakarta - Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sebanyak 3.078 bangunan rumah atau tempat tinggal rusak akibat gempa M6,6 yang terjadi dari laut selatan Pandeglang, Banten, pada Jumat 14 Januari 2022. Jumlah itu belum termasuk data 51 gedung sekolah, 17 unit fasilitas kesehatan, 8 unit kantor pemerintahan, 3 tempat usaha dan 21 tempat ibadah.



“Sebanyak 3.078 rumah rusak dengan rincian 395 unit rusak berat, 692 unit rusak sedang dan 1.991 unit rusak ringan,” bunyi keterangan yang disampaikan Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, pada Rabu lalu, 19 Januari 2022.


BNPB mendata dampak kerusakan terbanyak terdapat di Kabupaten Pandeglang, disusul Kabupaten Serang, lalu Lebak. Di luar Banten, kerusakan juga dicatat terjadi di Kabupaten Sukabumi yang melaporkan 3 unit rumah rusak sedang dan 6 unit rumah rusak ringan. Di Kabupaten Bogor tercatat ada 11 unit rumah rusak ringan, 7 unit rumah rusak sedang dan 2 unit rumah rusak berat.


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dalam keterangan yang dibagikan Kamis 20 Januari 2022, menyebut ada tiga faktor penyebab sejumlah besar kerusakan bangunan tersebut. BMKG mencatatnya berdasarkan hasil pengamatan makroseismik dan pengukuran seismik di lapangan.



Data itu juga sama, mendapati kerusakan terbanyak ada di Pandeglang. Tepatnya, Kecamatan Sumur karena memang terdekat dari pusat gempa.


"Tapi ada juga faktor konstruksi bangunan yang tidak memenuhi standar dan lokasi yang berada di atas lapisan tanah dengan klasifikasi jenis tanah lunak (SE)," ujar Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Rahmat Triyono, dalam keterangan tersebut.


Peta skala dampak MMI shakemap BMKG menunjukkan Desa Ujung Jaya dan Taman Jaya, Kecamatan Sumur, terguncang terkuat dengan skala Intensitas VI-VII MMI akibat gempa Jumat lalu. Di dua desa itu, banyak retakan terjadi pada dinding bangunan sederhana, sebagian roboh, kaca pecah. Sebagian plester dinding lepas dan hampir sebagian besar atap bergeser ke bawah atau jatuh.


Struktur bangunan mengalami kerusakan ringan sampai sedang dan berpotensi mengalami kerusakan berat pada struktur bangunan yang sederhana. Namun, pada beberapa lokasi, bagian nonstruktur bangunan mengalami kerusakan ringan, seperti retak rambut pada dinding, atap bergeser ke bawah dan sebagian berjatuhan dan berpotensi mengalami kerusakan sedang pada struktur bangunan yang sederhana.


Di Kecamatan Panimbang, Munjul, dan Cimanggu dengan skala V-VI MMI, bagian nonstruktur bangunan mengalami kerusakan ringan, seperti retak rambut pada dinding, atap bergeser ke bawah dan sebagian berjatuhan dan berpotensi mengalami kerusakan sedang pada struktur bangunan yang sederhana. Namun, pada beberapa lokasi dirasakan oleh banyak orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar.


Petugas sekolah melihat kondisi ruang kelas yang rusak akibat gempa di SDN Kerta Mukti, Sumur, Pandeglang, Banten, Sabtu 15 Januari 2022. BPBD Provinsi Banten mencatat sebanyak 25 bangunan sekolah rusak akibat gempa berkekuatan 6,7 SR yang terjadi pada Jumat (14/1) sehingga sebagian kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa diliburkan. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas


Di Kecamatan Cigeulis, Cibaliung, dan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang serta Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, dengan Intensitas IV-V MMI, dirasakan sangat kuat oleh banyak orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar, berpotensi menimbulkan kerusakan ringan.


"Pengukuran klasifikasi jenis tanah sesuai SNI menggunakan metoda seismic Vs30 (kecepatan gelombang geser sampai kedalaman 30 meter) menghasilkan informasi bahwa sebagian besar wilayah terdampak gempa Jumat lalu memiliki klasifikasi jenis tanah sedang (SD), dan tanah lunak (SE),” kata Rahmat.