Kenaikan Tarif KRL Masih dalam Kajian Pemerintah


MELKI BLOG  Jakarta - Kenaikan tarif Kereta Rel Listrik (KRL) masih dalam pengajian oleh pemerinah. Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengatakan, keputusan belum diambil karena masih menunggu waktu yang tepat.



Adita menyampaikan bahwa tarif yang berlaku saat ini tetap mengikuti peraturan lama. “Saat ini, tarif KRL masih merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan No. 17/2018,” ujar Adita pada Kamis, 13 Januari 2022.


Wacana menaikkan ongkos perjalanan dipertimbangkan karena demi peningkatan layanan dan pemberian subsidi. Aspek sarana dan prasarana, kata Adita, juga penting untuk ditingkatkan oleh perusahaan PT Kereta Commuter Indonesia.


"Misalnya, berkurangnya waktu tempuh dan waktu antrian masuk ke Stasiun Manggarai, yang sebelumnya memang cukup menghambat," lanjut Adita dalam siaran tertulisnya di Jakarta.



Selain itu langkah perbaikan makin gencar sejak lima tahun terakhir. PT Kereta Commuter Indonesia ingin pelayanan semakin baik dan tidak kalah bagus. “Misalnya, system ticketing, pelayanan di stasiun dan juga di atas kereta,” kata Adita sambil mencontohkan.


Rencana kenaikan ini muncul karena pemerintah belum menyesuaikan tarif sejak tahun 2016. Itu digaris bawahi oleh pemangku kebijakan yang terkait naiknya ongkos perjalanan.


Tarif baru yang akan ditetapkan nanti bakal diperhitungkan dan sesuai harapan masyarakat. "Serta, sosialisasi yang memadai dengan semua pemangku kepentingan," pungkas Adita.


Dilansir dari Tempo.co, kenaikan tarif telah dilakukan pada 1 Oktober 2016, semula Rp2.000 lalu naik menjadi Rp.3.000 per orang. Penentuan tarif ditentukan oleh daya beli masyarakat, kemampuan keuangan negara.