Penggemar Gorengan Harus Siap Hadapi 3 Penyakit ini


 MELKI BLOG Jakarta - Gorengan merupakan makanan yang umum dijumpai di penjuru Indonesia. Gorengan dibuat melalui proses penggorengan dan perendaman dalam minyak panas. Makanan ini disukai banyak orang karena teksturnya yang renyah.



Namun, dibalik kenikmatannya, gorengan memiliki dampak negatif bagi kesehatan. Gorengan memiliki kandungan kalori dan lemak yang tinggi. Bila dikonsumsi secara berlebihan, dapat memicu beberapa penyakit.


Berikut adalah penyakit yang dapat timbul karena mengonsumsi gorengan secara berlebihan, disarikan dari beberapa sumber antara lain Dokter Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara, Jawa Tengah, Masrurotut Daroen. Ia mengajak masyarakat untuk hidup sehat dengan mengurangi konsumsi gorengan atau makanan yang dimasak menggunakan minyak goreng. Dia mengatakan gorengan jika dikonsumsi berlebihan dapat memicu berbagai penyakit, seperti jantung atau kardiovaskuler, stroke, dan kolesterol tinggi:


1. Penyakit Jantung

Mengonsumsi gorengan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, kolesterol rendah, dan obesitas yang mana adalah faktor yang memicu penyakit jantung. Terdapat suatu penelitian yang menemukan bahwa orang yang mengonsumsi gorengan memiliki resiko terkena penyakit jantung yang lebih tinggi dibanding yang mengonsumsi sayuran dan buah-buahan.



2. Diabetes

Memakan gorengan berlebihan dapat memicu diabetes tipe 2. Makanan yang digoreng dapat memunculkan resistensi insulin di dalam tubuh. Makanan dengan kandungan lemak  yang tinggi seperti gorengan dapat memicu penambahan berat badan yang mana meningkatkan resiko munculnya diabetes tipe 2.


3. Obesitas

Makanan yang digoreng mengandung kalori yang lebih tinggi dibanding makanan yang lain. Pemasukan kalori yang tinggi memberi dampak yang signifikan ke penambahan berat badan berdampak pada obesitas. Gorengan dapat memengaruhi hormon yang meregulasi penyimpanan lemak. Kandungan lemak yang tinggi dari gorengan juga dapat bepengaruh langsung ke penambahan berat badan dan memicu terjadinya obesitas.