Samuel Sekuritas Perkirakan IHSG Hari Ini Menguat


MELKI BLOG Jakarta - Analis Samuel Sekuritas Indonesia M Alfatih memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menguat hari ini. Hal itu karena dia melihat IHSG kemarin rebound dari support area dekat 6.600.



"Kemungkinan hari ini menguat kembali ke arah 6.700. Support 6.640," kata Alfatih dalam keterangan keterangan tertulis Jumat, 14 Januari 2022.


Selain IHSG, dia juga memperkirakan pergerakan sejumlah saham. Pada harga saham ANTM (harga terakhir 1.965) menurutnya, harga kemarin rebound dari support, sesuai perkiraan. Kemungkinan akan menguat dan membuat pola konsolidasi antara 1.900-2.140 sebelum menjadi reversal atau continuation.


Saham BBRI (4.190), harga kemarin rebound dari support penting 4.130 sebagai batas risiko, setelah sebelumnya break keatas resistance pola down channel Oktober 2021 - Januari 2022. Pola ini memberi target kenaikan teoritis ke 4.330, dengan resistance lain di 4.250. Dia memperkirkan hal itu bisa jadi awal kenaikan jangka panjang.




Saham HRUM (10.900), kemarin harga membentuk pola engulfing bearish, sehingga kemungkinan besar akan kembali ke support sekitar 10.000. Skenario bearish ini batal jika harga naik kembali ke atas 11.300.


INCO (4.760), harga kemarin menguat kencang dengan volume yang kuat, sehingga berpeluang melanjutkan kenaikan dan uji resistance di 4.930. Jika mampu tembus akan menjadi trend naik jangka menegah kearah 5.200. Batas risiko 4.640.


Pada harga saham MDKA (4.030), harga rebound dari support, sehingga melanjutkan kenaikan sejak pola Oktober 2021. Kemungkinan kenaikan ke 4.400. Support 3.850.


Saham TLKM, dia perkirakan harga kemarin menguat intraday, dan uji resistance kuat pola sejak akhir November 2021. Jika tembus 4.170, maka akan menjadi trend naik, dengan target kenaikan ke 4.350-4.400.

Stop 4.150.


Saham TOWR (1.060), harga kemarin menguat dari support trendline kuat. Berpotensi melanjutkan uji resistance

1.080, lalu 1.110. Jika tembus 1.110, maka akan menjadi trend naik kuat. Batas stop 1.020.


HENDARTYO HANGGI